Kue Makanan Ringan

Donat Kepang Ala CLP

Spread the love

Sudahkah sobat kenzfood mengenal donat kepang? mungkin baru kali ini ya ada nama donat kepang. Oke sobat kenzfood mohon maaf sudah sekian lama tidak update tentang makanan karena sedang musim pandemi virus corona jadi saya sibuk dengan aktivitas lain. Secara pengertian Donat (doughnut atau donut dalam bahasa Inggris) adalah penganan yang digoreng, dibuat dari adonan tepung terigu, gula, telur, dan mentega. Donat yang paling umum adalah donat berbentuk cincin dengan lubang di tengah dan donat berbentuk bundar dengan isian manis, seperti selai, jelly, krim, dan custard. Donat sama sekali berbeda dengan bagel–mulai dari bahan pembuatan, teknik pembuatan hingga cara menghidangkan,dan juga toping yang digunakan walaupun keduanya memiliki bentuk yang hampir sama. Baiklah sobat kenzfood mari kita simak tentang donat kepang ala caffe lor pintu (CLP) Maos ini agar sobat tidak penasaran seperti apa.

Pembuatan Donat Kepang CLP

Untuk pembuatan dan cara-caranya sebenarnya sama dengan pembuatan bahan adonan donat bulat. Hanya pembentukannya saja yang berbeda dari biasanya yaitu dikepang. Donat bisa dibentuk dengan menyatukan kedua sisi adonan berbentuk persegi panjang hingga membentuk cincin atau menggunakan pemotong otomatis yang sekaligus membuat lubang di tengah adonan donat. Lubang pada donat berbentuk cincin dulunya dimaksudkan agar donat cepat matang sewaktu digoreng. Adonan donat yang tersisa sewaktu membuat donat berbentuk cincin sering dijual sebagai doughnut hole atau dicampurkan lagi ke dalam adonan untuk membuat donat baru. Adonan donat terdiri dari dua jenis, adonan yang dibangunkan dengan ragi seperti adonan roti, dan adonan kental seperti adonan kue. Donat dari adonan tepung yang memakai ragi biasanya kadar lemak 25% dari berat donat, sedangkan donat adonan cake mengandung kadar lemak 20%. Donat dari adonan cake digoreng selama 90 detik bolak-balik di dalam minyak bersuhu antara 190℃ hingga 198℃. Sedangkan donat dari adonan tepung yang dibangunkan oleh ragi memerlukan waktu penggorengan yang lebih lama (sekitar 150 detik) di dalam minyak bersuhu 182℃ hingga 190℃.

Terima kasih telah berkunjung ke website kami dan apabila anda berkenan untuk memberikan kritik dan solusi untuk membangun situs kami pada kolom komentar yang sudah kami sediakan. Berikan komentar dan mohon bantuannya untuk membagikan situs kami dimedia sosial sobat. Karena kami akan terus membagikan artikel mengenai dunia makanan, minuman, bahkan bisnis agar dapat dinikmati oleh semua orang. Kunci kesuksesan adalah keuletan, kesabaran, kedisiplinan, bukan kesombongan. Jangan lupa untuk membagikan tulisan kami dimedia sosial anda baik difacebook, instagram, twitter, pinterest, google plus, dan dimanapun anda memiliki media sosial agar dikenal banyak orang dan menjadi bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *