Kesehatan

Alat Tes Covid19 Buatan Indonesia Tembus Pasar Dunia

Spread the love

Indonesia Menemukan Alat Tes Covid19

Seorang pengusaha dari Indonesia, Santo Purnama, berhasil mengembangkan alat tes mandiri untuk virus corona jenis baru Covid-19 hanya dalam waktu empat bulan. Alatnya ini telah lulus lisensi edar di Eropa, Amerika Serikat, dan India. test Sensing Self telah mendapatkan lisensi edar dari tiga pasar penting di dunia, yaitu Eropa (mendapatkan sertifikasi CE), India (disetujui oleh National Institute of Virology dan Indian Council of Medical Research), serta Amerika Serikat. Untuk pasar Amerika Serikat, FDA telah memberikan persetujuan bagi alat tes Sensing Self, dengan syarat penggunaannya harus dilakukan di lembaga medis formal. India, yang memiliki ribuan kasus positif Covid-19, telah memesan alat tes cepat Sensing Self sebanyak tiga juta unit. Sebagai warga Indonesia, Santo siap membawa alat tes mandiri ini untuk membantu Pemerintah Indonesia menanggulangi pandemi Covid-19. Namun, ia belum mendapatkan persetujuan dari pihak yang berwenang. “Perang melawan Covid-19 adalah perang melawan waktu. Kita harus menekan laju pertumbuhan pandemik ini dengan melakukan tes seluas mungkin. Oleh karena itu, kami berharap pemerintah Indonesia bisa memberikan respons positif bagi inisiatif kami membawa alat tes mandiri ini ke Indonesia,” kata Santo dalam pernyataan tertulis kepada Antara.

Meminimalisir Penyebaran Covid19

Jika setiap orang bisa melakukan tes mandiri, kita bisa meminimalisasi risiko infeksi ketika pasien datang ke rumah sakit untuk melakukan tes, serta mengurangi beban tenaga medis yang sudah amat kewalahan,” katanya. Sensing Self masih menunggu persetujuan pemerintah untuk mengedarkan alat ini di Indonesia, dari pengajuan yang disampaikan sejak empat minggu lalu. Sebagai perbandingan, badan farmasi Eropa hanya membutuhkan waktu 2-3 minggu untuk memberikan persetujuan. India menghabiskan waktu satu minggu untuk melakukan uji coba, validasi, dan persetujuan akhir. Pemerintah India langsung memesan jutaan unit alat tes dua hari setelah lisensi diterbitkan. Santo mengatakan alat tes Covid-19 dijual dengan harga produksi, sebab ini merupakan misi sosial untuk menyelamatkan lebih banyak nyawa. “Kami telah mengirimkan alat tes mandiri Sensing Self untuk membantu lembaga-lembaga riset ternama, seperti Mayo Clinic, University of California San Francisco, dan Chan Zuckerberg Biohub. Kami selalu menjaga kualitas produk dan akurasi hasil, karena kami paham bahwa alat ini berhubungan dengan kesehatan seseorang. Pendeteksian dini virus COVID-19 bisa menentukan antara hidup dan mati,” ujar Santo. Alat tes mandiri Sensing Self bisa memberikan hasil deteksi yang cepat dan akurat karena menggunakan analisis enzim. Dengan harga yang lebih murah, yaitu Rp 160 ribu (10 dolar AS), hasil tes bisa keluar dengan lebih cepat dibandingkan alat tes lain. Salah satu alternatif pengetesan Covid-19 adalah dengan nostril swab, dimana metode ini memakan biaya Rp 1,2 juta sekali tes, dan prosesnya memakan waktu hingga satu jam sehingga kurang efisien.

Terima kasih telah berkunjung ke website kami dan apabila anda berkenan untuk memberikan kritik dan solusi untuk membangun situs kami pada kolom komentar yang sudah kami sediakan. Berikan komentar dan mohon bantuannya untuk membagikan situs kami dimedia sosial sobat. Karena kami akan terus membagikan artikel mengenai dunia makanan, minuman, bahkan bisnis agar dapat dinikmati oleh semua orang. Kunci kesuksesan adalah keuletan, kesabaran, kedisiplinan, bukan kesombongan. Jangan lupa untuk membagikan tulisan kami dimedia sosial anda baik difacebook, instagram, twitter, pinterest, google plus, dan dimanapun anda memiliki media sosial agar dikenal banyak orang dan menjadi bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *