Buah Kue Makanan Ringan Minuman

Pabrik Es Brasil Sokaraja

Spread the love

Berkunjung Ke Pabrik Es Brasil Sokaraja

Sobat kenzfood kali ini kami akan membagikan pengalaman mengenai Pabrik Es Brasil Sokaraja sekaligus beserta dengan videonya agar sobat lebih mantap. Es Brasil terbuat dari santan kelapa asli dan susu murni yang dikombinasikan dengan bahan alami seperti buah. Penggunaan pewarna makanan hanya ada pada produk tertentu. Itu pun untuk menonjolkan warna, seperti rasa durian. Es Brasil juga tidak menggunakan pengawet dan bahan kimia tambahan, tapi es ini mampu bertahan hingga enam bulan. Bahkan, bila disimpan dalam keadaan beku dapat bertahan hingga satu tahun. Es Brasil bentuk stik dapat dinikmati dalam tiga varian rasa, yaitu sari buah, pelangi, dan cokelat. Es jus yang berbentuk silinder, memiliki varian rasa paling banyak, seperti cokelat, durian, alpukat, kopi, dan sirsak. Ada juga es rujak. Hmmm dingin sedap bikin ngiler nih. Kreasi es paling mahal di Kedai Brasil adalah es cake. Es ini terdiri dari roti bundar dengan isian Es Brasil dibagian tengahnya. Sementara itu, ada pula es dengan harga paling murah, bernama es kotak dan eski. Bila ingin membeli es di kedai ini sebagai oleh-oleh, dapat pula membeli dalam kemasan satu liter.

Pemasaran Es Brasil Sokaraja

Pemasaran Es Brasil tidak istimewa dibanding gaya penjualan es lainnya. Es Brasil mengandalkan pemasaran dari mulut ke mulut atau gethok tular. Awalnya pengunjung Es Brasil didominasi orang dewasa, karena es ini sudah ada sejak 1968. Namun, pengembangan kedai mulai dilakukan sejak 2000-an. Beragam fasilitas mulai ditambahkan, seperti pemasangan wifi di kedai Es Brasil, hingga mampu menarik minat remaja dan mahasiswa mengunjungi kedai bercat biru putih ini. Kedai Es Brasil tak hanya menjual es lilin, karena di sini juga tersedia kopidan susu kedelai. Selain itu, ada pula 15 macam jajanan pasar yang dapat menjadi teman santap Es Brasil. Seluruh minuman dan makanan di kedai ini hasil olahan sendiri. Kopi yang tersedia di kedai ini berjenis robusta yang dikembangkan suami Bu Noto. Meski kedai ini terus berkembang, ciri khas berupa makanan tradisional seperti buntil, semayi, kopyor, dan candil tetap dipertahankan. “Seperti pesan ibu, kalau produk lama jangan sampai hilang,” ujar Risnawati. Tempat produksi es yang dulunya berada di kediaman Bu Noto, sekarang dipindah karena rumah itu hanya diperuntukan sebagai kedai. Sokaraja dipilih sebagai tempat produksi karena lebih luas dan mudah untuk membuang limbah. Dari beraneka jenis es, hanya sebagian yang diproduksi menggunakan mesin. Selebihnya, masih menggunakan tenaga manusia yang diawasi keluarga sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *