Makanan Ringan

Ini Dia Pisang Goreng Ternikmat

Spread the love

Pisang Goreng Paling Nikmat

Kalau kalian berkunjung ke purwokerto, percayalah, rasanya kurang lengkap jika tidak melipir ke tempat-tempat makan “terpencil” di pinggiran kota ini yang menyimpan pengalaman kuliner mengesankan. Ya, salah satunya adalah angkringan yang berada di daerah grendeng Universitas Jenderal Soedirman. Apalagi tempat ini terkenal dengan menu pisang gorengnya yang menurut netizen sih paling enak seantero kota purwokerto. Saya pun mencoba membuktikannya sendiri dengan mengunjungi tempat yang banyak menjadi perbincangan netizen ini. Terletak di desa grendeng, Jalan Kampus, lokasi warungnya sendiri memang agak susah dihampiri dan harus melewati jalanan sempit dan juga areal kampus. Namun, karena hasrat untuk membuktikan sensasi pisang goreng yang paling enak di purwokerto ini, saya pun rela menuju ke sana dari pusat perkotaan.

Ukuran Pisang Goreng Ternyata Jumbo

Pertama, rupanya pisang goreng di sini bentuknya jumbo-jumbo, nggak seperti kebanyakan pisang goreng lainnya. Yang saya temukan pertama kali adalah… antrian yang mengular panjang. Angkringan unsoed memang tak cuma menyediakan pisang goreng, bahkan menu itu sebenarnya memang cuma tergolong menu cemilan. Mereka punya menu makan lain seperti nasi kucing, mendoan, bakwan, tahu isi dan beragam kuliner rumahan lain. Hanya saja, memang pisang gorengnya ini punya penggemar tersendiri. Nah, makanya saya penasaran setengah mati untuk mencobanya. Setelah penantian yang lumayan panjang, dua porsi pisang goreng yang tersaji dalam satu mangkuk akhirnya mendarat. Awalnya saya curiga karena pisang goreng yang saya dapatkan bentuknya nggak seperti pisang goreng pada umumnya. Mereka memiliki bentuk yang jumbo-jumbo ditambah dengan aroma yang begitu harum dan menggoda. Sempat saya berpikir bahwa pisang goreng ini memiliki bentuk yang besar hanya karena tepungnya yang dilebih-lebihkan. Namun ternyata dugaan saya salah. Begitu saya mencoba untuk mencuilnya, ternyata memang pisang gorengnya memiliki ukuran yang benar-benar besar.

Warna Pisang Goreng Kuning Matang

Kedua, menu legendaris ini punya warna kuning yang benar-benar matang, manisnya pun pas banget di mulut. Selain bentuknya yang besar, pisang goreng di sini ternyata memiliki warna kuning matang yang sempurna. Tidak terlalu muda, tidak pula terlalu tua. Untuk rasanya sendiri bisa dibilang memiliki cita rasa yang pas, mulai dari segi manisnya hingga “kriuk” tepungnya. Karena pihak Kopi Klotok selalu menyajikannya saat masih panas, saya benar-benar bisa merasakan bagaimana sensasi manis yang dipadu dengan kehangatan. Berdasarkan dari cerita sang juru masak yang sempat ngobrol dengan saya, resep yang dibuat untuk membuat pisang goreng ini memang dilakukan secara turun temurun pada keluarga pemiliknya. Diakui pula tak ada bahan tambahan lain seperti perasa maupun pewarna untuk memasak menu ini.

Pengunjung Yang Ramai

Selanjutnya, bisa jadi sensasi menunggu antrian yang panjang ini juga memengaruhi sugesti rasanya, apalagi kita dilarang beli banyak-banyak. Ada hal yang sedikit membingungkan saya ketika sampai ke tempat yang berkonsepkan ala dapur lawas tersebut. Ternyata antrian untuk berbagai menu andalannya dipisah menjadi beberapa bagian. Jadi mau pesan makan, pesan minum, bahkan pesan telur gorengnya saja sendiri-sendiri antriannya. Salah satunya termasuk antrian khusus untuk mendapatkan pisang goreng ini. Dan antrian untuk mendapatkan si pisang ini merupakan antrian terpanjang dibanding menu lainnya. Beberapa dari pengunjung pun sengaja berdatangan dari luar kota hanya untuk merasakan gimana rasanya pisang goreng ala angkringan unsoed. Perlu diketahui juga bahwa untuk satu orang pembeli hanya diperbolehkan membeli 1-2 porsi pisang goreng aja. Ada juga aturan bahwa pembeli tidak dapat membawa pulang pisang goreng yang dipesan. Hal itu dikarenakan jumlahnya yang terbatas dan seringkali pengunjung atau pembeli membludak di luar perkiraan. Gila ya, mau beli saja dibatasi 🙁 Tapi boleh jadi itu salah satu kuncinya. Karena serba terbatas, maka kita jadi nggak mudah bosan, dan selalu berhenti makan di puncak kenikmatannya . Oh, tapi buat kamu yang ingin nakal membeli lebih, ada tips bisa kalian terapkan. Setelah duduk dan mendapatkan nomer meja, kalian harus memesan lebih dari 1 porsi untuk setiap orangnya. Bilang aja ke juru masaknya kalau kalian masih menunggu teman lain yang akan datang dan ingin memesan pisang gorengnya juga. Karena kalau nggak bilang seperti itu, setiap pembeli hanya dibatasi dengan jumlah tertentu. Kan percuma kalau kalian datang dari jauh-jauh tapi nggak puas, hehe.

Lokasi Angkringan Strategis

Faktor tempat makannya juga nggak bisa dipandang sebelah mata sih, banyak yang terundang datang ke Angrkingan Unsoed karena lokasinya strategis. Saya pun akhirnya mengunjungi tempat ini untuk kedua kalinya pada malam hari dan di pagi hari. Ternyata benar-benar beda jauh, jika pagi hari saya hanya mengantri selama 5 menit, di malam hari saya hanya perlu menunggu selama 30 menit sampai pesanan yang saya beli tiba. Akhirnya saya membuktikan sendiri bagaimana sosok pisang goreng yang “katanya” paling enak di purwokerto ini. Bagi saya yang tak memiliki lidah berpengamalam untuk mengomentari sebuah makanan, pisang goreng angkringan unsoed ini merupakan produk dapur yang begitu sempurna. Tapi kembali lagi, soal rasa semuanya tergantung masing-masing, kan? hehe.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *